Minggu, 03 Agustus 2008

Sebatang Pensil

hari ini aku pasti berjasa untuk Andi Pagi-pagi sekali aku sudah menyelinap di dalam kain yang dijahit rapi. Kali ini Andi lupa memasukkan aku kedalam kotakku. padahal aku menginginkannya. Tahukah kenapa? karena aku hanya ingin mudah untuk ditemukan. setidaknya itu yang paling aku inginkan darinya, dari Andi. Beberapa kali aku sangat sedih karena aku terlalu tumpul. Saat itu aku sangat sedih karena kulihat wajah Kecil Andi mengiba maaf pada ibu guru. Wajah geram perempuan berilmu itu sedang menginvestigasi Andi, sahabatku yang tidak lupa meruncingkan ujungku. Aku ingin selalu membantunya untuk menulis setiap kata-kata dengan lebih rapi dan tebal. Atau setidaknya membantu agar Andi bisa menulis angka-angka perkalian atau pertambahan dengan benar. Aku akan selalu berolahraga agar aku kuat. Ya, itulah yang bisa aku lakukan agar aku tidak mudah patah. Atau sebelum aku terlalu aus, tua dan dibuang Andi ke kotak sampah. Dan sebelum itu terjadi aku akan membantu Andi menjadi anak terpandai di kelasnya. Semester depan ia akan menjadi terbaik di kelasnya. tidak lagi di urutan terakhir. Lihat saja. Itu janjiku. sebatang pensil

1 komentar:

mba oenink mengatakan...

aku pernah baca penggalan yang ini di status Fb mu ya mba ... i like it.