Tampilkan postingan dengan label Bapakku Bos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bapakku Bos. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2009

Mengemis Bapak Bos

"Uger... kamu salah hari. kenapa mesti kesini pada hari ini. Pak Obit tidak bakalan kasih kamu duit". Uger kecil hanya terdiam mendengar jawaban dari salah satu staff kantor Pak Obit. Ia sedih dan tertunduk diam. Tangan kecilnya meraih kantong kain yang ada di sisi kanan. tapi ia tidak mendapatkan 3 lembar uang kertas. Yang tersisa hanyalah 2 keping koin lima ratusan. padahal jalan yang harus ia tempuh sekitar 15 kilometer untuk bisa mencapai kantor Pak Obit. "Kapan Bapak datang ke kantor, Mbak?" " Wah, aku tidak tahu , Ger. Ia orang yang tidak bisa di tebak." "Coba Lusa" lanjutnya. " tapi aku sudah tidak punya cukup uang , Mbak. Ibu sakit." Mbak Staff itu hanya diam sambil menarik nafas panjang. Ngiris hatinya menyaksikan anak kecil yang ada di depannya. Anak Pak Obit, darah daging bosnya sendiri. Yang lahir dari pacar simpanan. Bahkan untuk meminta uang penyokong hidup, ia nampak bagai pengemis. Hari ini adalah Uger, mungkin besok omi.. anak yang lain dari pacar yang lain.