Minggu, 02 Mei 2010

Tukang Jahit

Baju Nini terlalu kebesaran, padahal baju seragam itu harus dipakai 2 hari lagi dan memang wajib dipakai. Tak pelak lagi kalau ia memang harus pergi ke tukang jahit agar menjahit ulang alias mengecilkan pakaian wajib itu. Berapakah biaya yang harus ia keluarkan? hanya 10 ribu rupiah. biaya ini tidaklah terlalu besar untuk Nini.

Tapi, mari kita melihat dari sisi Ibu ani, si tukang reparasi baju. Ia dari tadi pagi sudah membuka lapak kecil diatas sepedanya. ia biasa dtemui di pojok belakang pasar tradisional. dan ia hanya bisa mangkal ditempat itu tiap 2 hari sekali saja, karena ada jadwal lain dipasar lain juga.

Bu ani tampak bersemangat ketika akhirnya ada seorang wanita muda dengan 1 buah kantong plastik putih dengan motif minimarket tertentu tertera pada plastik itu datang menghampirinya. yang pasti itu rejeki pertama yang ia dapat setelah hampir 5 jam ia menunggu.

Wanita muda itu bernama Nini. secara manusia biasa kita mungkin menganggap “ya memang seharusnya begitu” tapi mari kita melihat sebuah runutan jalan panjang.

ibu Ani berdoa bersungguh-sungguh untuk rejeki dan uang makan, Seragam Nini kebesaran, kemudian setelah cukup lama mencari akhirnya ia menemukan seorang “tukang benerin baju”. apakah semua itu semacam kebetulan. saya kira kog tidak. Tuhan membuat sebuah kisah hidup manusia dengan urutan yang sedemikian rupa. luar biasa kan. jadi berdoalah agar dalam hidup kita dapat bertemu dengan orang-orang yang tepat yang mampu membuat hidup kita lebih memuliakan Allah.

Tidak ada komentar: